{"id":27,"date":"2026-06-13T10:25:23","date_gmt":"2026-06-13T08:25:23","guid":{"rendered":"https:\/\/thediary.media\/id\/2026\/06\/13\/wanita-autis-lebih-rentan-terhadap-gangguan-kecemasan-dan-makan\/"},"modified":"2026-06-13T10:25:23","modified_gmt":"2026-06-13T08:25:23","slug":"wanita-autis-lebih-rentan-terhadap-gangguan-kecemasan-dan-makan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/thediary.media\/id\/2026\/06\/13\/wanita-autis-lebih-rentan-terhadap-gangguan-kecemasan-dan-makan\/","title":{"rendered":"Wanita autis lebih rentan terhadap gangguan kecemasan dan makan"},"content":{"rendered":"<p>&#8220;`html<\/p>\n<h1>Wanita autis lebih rentan terhadap gangguan kecemasan dan makan<\/h1>\n<p>Orang dewasa autis sering mengalami gangguan lain selain autisme, yang memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan mereka. Analisis terbaru mengungkapkan perbedaan yang menonjol antara pria dan wanita yang bersangkutan.<\/p>\n<p>Wanita autis menunjukkan risiko lebih tinggi menderita gangguan kecemasan, gangguan makan, dan kondisi terkait trauma seperti stres pascatrauma. Mereka juga lebih sering mengalami gangguan kepribadian, gangguan bipolar, dan gangguan neurokognitif seperti demensia. Sebaliknya, pria autis lebih sering didiagnosis dengan gangguan terkait konsumsi zat, gangguan kontrol impuls, atau gangguan motorik seperti sindrom Tourette.<\/p>\n<p>Perbedaan ini sebagian mencerminkan perbedaan yang diamati dalam populasi umum, di mana wanita lebih rentan terhadap gangguan internalisasi seperti kecemasan atau depresi, sementara pria lebih banyak menunjukkan gangguan eksternalisasi seperti agresivitas atau penggunaan zat. Namun, beberapa kekhasan muncul pada orang autis. Misalnya, tidak seperti populasi umum, tidak ada kesenjangan yang signifikan untuk gangguan obsesif-kompulsif, gangguan perhatian dengan atau tanpa hiperaktivitas, atau gangguan psikotik seperti skizofrenia.<\/p>\n<p>Wanita autis mungkin lebih rentan karena faktor sosial dan lingkungan. Mereka sering menerima diagnosis terlambat, yang menunda akses terhadap dukungan yang sesuai. Selain itu, mereka lebih rentan mengalami kekerasan atau trauma, seperti pelecehan seksual atau kekerasan dalam rumah tangga, yang meningkatkan risiko terkena gangguan mental. Penyamaran sosial, strategi yang sering digunakan wanita autis untuk menyesuaikan diri dengan norma sosial, juga dapat memperburuk kesulitan psikologis mereka.<\/p>\n<p>Sementara itu, pria autis lebih sering didiagnosis dengan gangguan eksternalisasi, yang dapat dijelaskan oleh perbedaan dalam ekspresi kesulitan emosional. Gangguan motorik, seperti tic, juga lebih sering terjadi pada mereka.<\/p>\n<p>Hasil ini menyoroti pentingnya penanganan yang dipersonalisasi, disesuaikan dengan jenis kelamin dan gender. Tenaga kesehatan harus besonders memperhatikan gangguan internalisasi pada wanita autis, yang sering diremehkan karena stereotip atau bias diagnostik. Pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan ini akan memungkinkan peningkatan deteksi dan pendampingan, serta menghindari gangguan tertentu yang tersembunyi di balik diagnosis autisme.<\/p>\n<p>&#8220;`<\/p>\n<hr>\n<h2>Bibliographie<\/h2>\n<h3>Source de l&#8217;\u00e9tude<\/h3>\n<p><strong>DOI :<\/strong> <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40489-026-00562-0\" target=\"_blank\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/s40489-026-00562-0<\/a><\/p>\n<p><strong>Titre :<\/strong> Sex\/Gender Differences in Co-occurring Neurodevelopmental and Mental Health Conditions of Autistic Adults: a Systematic Review and Meta-analysis<\/p>\n<p><strong>Revue :<\/strong> Review Journal of Autism and Developmental Disorders<\/p>\n<p><strong>\u00c9diteur :<\/strong> Springer Science and Business Media LLC<\/p>\n<p><strong>Auteurs :<\/strong> Janina Brede; Rachel Loomes; Will Mandy<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;`html Wanita autis lebih rentan terhadap gangguan kecemasan dan makan Orang dewasa autis sering mengalami gangguan lain selain autisme, yang memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan mereka. Analisis terbaru mengungkapkan perbedaan yang menonjol antara pria dan wanita yang bersangkutan. Wanita autis menunjukkan risiko lebih tinggi menderita gangguan kecemasan, gangguan makan, dan kondisi terkait trauma seperti stres&hellip; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/thediary.media\/id\/2026\/06\/13\/wanita-autis-lebih-rentan-terhadap-gangguan-kecemasan-dan-makan\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Wanita autis lebih rentan terhadap gangguan kecemasan dan makan<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3,6],"tags":[],"class_list":["post-27","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesehatan","category-manusia","category-masyarakat","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/thediary.media\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}